bubur nasi atau nasi bubur ?
July 8, 2008setelah baca tulisan seorang pria tampan yag satu ini, rasanya koq jadi pengen nulis juga tentang kegiatan apa yang telah saiia lakukan pagi ini.
Bermula dari membuka mata pagi-pagi dan mendengarkan ocehan mbak yang satu ini di radio. Di program acara radio pagi itu, ada seorang Ibu yang bercerita lewat telepon bahwa dia setiap pagi sering membuatkan bubur untuk sarapan keluarganya tercinta. Entah mungkin karena laper atau apa, waktu mendengar penuturan Ibu itu tentang cara mengolah buburnya, air liur saiia serasa menetes dan imajinasi saiia serta merta melambung tinggi hingga membulatkan tekad saiia bahwa pagi itu saiia harus membuat bubur. Ketika melihat isi rak kecil saiia ternyata kosong alias tidak ada bahan-bahan yang saiia butuhkan, sempat mengecil niat saiia untuk membuat bubur. Namun ketika teringat bubur merah putih (bubur tradisional yang biasa dibagikan ke tetangga ketika akan memberikan nama kepada anaknya di kampung halaman saiia) yaitu bubur yang hanya ditaburi parutan gula jawa diatasnya, saiia tetep keukeuh mbikin bubur pagi itu.
Setelah memasukkan beras plus airnya kedalam Rice cooker, saiia mandi dan melakukan kegiatan-kegiatan lain yang membuat saiia lupa bahwa saiia sedang membuat bubur pagi itu. Selang beberapa jam kemudian, perut saiia keroncongan, para cacing diperut saiia meminta jatah makan, dan… “glek!!” Olala…, bubur saiia mengering karena saiia lupa memindah tombol cook ke warm. Alhasil, saiia makan juga nasi bubur kering itu karena saiia ingat betul bagaimana orang tua saiia memeras keringat dan membanting tulang untuk membuat benih padi menjadi beras tersebut.
Ya sudahlah… nasi telah menjadi bubur bubur telah menjadi nasi kering, tak mengapa lah.. yang penting perut kenyang, hehehehe…
So, hal bodoh apa yang telah Anda lakukan hari ini ?